Langsung ke konten utama

Hadis Kenikmatan Sehat dan Waktu Senggang

Bro and Sis, jika kita mau jujur dan sadar bahwa semua apa yang ada pada diri kita adalah anugerah dari Allah SWT, tentu tak ada waktu kita untuk mengeluh karena terlalu banyak hal yang perlu kita syukuri. Silahkan runut, dari nikmatnya terbangun, menghirup udara, melihat orang yang kita cintai, makan makanan yang kita sukai, sampai kembali menikmati istirahat dengan menutup kembali dua mata kita merupakan nikmat yang sebenarnya sangat kuasa Allah untuk menghentikan memberi nikmat tersebut kepada kita.

Dan dari sekian banyak nikmat tersebut, Nabiullah Muhammad saw mengingatkan kita bahwa ada dua kenikmatan penting yang kerap kita lupakan dan tak kita syukuri. Sabda Rasulullah saw:
Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang (Artinya, saat-saat sehat dan waktu senggang / luang orang sering menggunakannya untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan terlarang). (HR. Bukhari)

Bro and Sis, kala kita ada dalam kondisi sehat, kita merasa hal tersebut sebuah kewajaran saja dari usaha kita menjaga kondisi tubuh. Padalah, saat waktunya kita jatuh sakit, barulah kita sadar bahwa hal itu adalah kenikmatan yang sangatlah mahal bahkan tak ada yang menjual kesehatan.

Pun dengan waktu senggang. Kita akan lebih memilih untuk menggunakan waktu senggang dengan hal-hal yang kurang manfaat. Ya, kita anggap hal itu adalah bonus dari segala rutinitas dan dijadikan ajang balas dendam dengan hal-hal bertema kesenangan tanpa perlu dipikir masalah kemaslahatannya. Kita baru tersadar dan menyesal saat waktu kita tersita oleh segala kesibukan yang tak dapat ditunda.

Kita sering menyesal tak menggunakan waktu senggang untuk belajar saat tak bisa mengerjakan sebuah ujian, kita kerap panik saat deadline tiba padahal di waktu kerja kita banyak berleha-leha, dan yang lebih menyesakan, kita tak rajin menjenguk orang tua saat masih memiliki waktu leluasa dan saat waktunya tiba kita malah dihadapkan dengan berbagai urusan yang perlu diselesaikan.
Memang, sehat dan waktu luang adalah dua hal bisa jadi mengelabui kita. Karena merasa sehat kita tak menjaga makanan dan daya tahan tubuh kita, karena berpikir masih banyak waktu kita menunda hal penting untuk ditunaikan.

Bro and Sis, Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, beramal soleh, dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran! Wallahualam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Istriku Tak Cantik Lagi, Cerita Mengharukan untuk Seorang Suami

Tersebutlah seorang pria yang berpikir bisa selalu memeluk erat seorang wanita yang dia nikahi dan yang pernah memberi kebahagiaan dalam hidupnya.  Dia pernah bersumpah untuk selalu membuat istrinya bahagia seumur hidupnya. Seiring berjalannya waktu, pria bernama Chang yang dulu statusnya hanya seorang buruh k ini telah menjadi kepala bagian, lalu membuat perusahaan konstruksi sendiri. Sekarang perusahaannya semakin besar dan terkenal, godaan terhadap dirinya pun semakin banyak. Malam itu, dia membalikkan badan istrinya, hanya sekedar ingin berhubungan suami istri.  Namun, dia menyadari, kini istrinya semakin menua, tubuh yang langsing kini sudah berisi, kulitnya pun tidak halus lagi. Jika dibandingkan dengan sejumlah wanita cantik di sekelilingnya, dia hanyalah seorang wanita desa yang kusam, keberadaan istrinya mengingatkannya pada masa lalu yang sederhana.  Dia berpikir, pernikahan ini sudah mencapai titik akhirnya. Dia menyetorkan uang sebesar satu ju...

Hadis Tentang Ibu Sebagai Orang yang Paling Berhak atas Perlakuan Baik Kita

Ibu.. Benar, kebanyakan orang mudah terharu dan pilu jika diingatkan pengorbanan besar seorang ibu. Bukan hanya itu lembutnya belai kasih yang dia berikan adalah cara berbeda yang lebih mampu membuat kita semakin tersentuh atas segala kebaikan tak terhingga dari sosok yang satu ini. Bisa jadi, ada dari kita yang merasakan hal yang beda. Perlakuan ibu mungkin tak seindah yang tadi disebut. Namun, yakinlah Bro and Sis sekalian, jika situasinya normal atau jika dia memiliki kesempatan untuk menemani kita tumbuh, naluri semua ibu itu sama. Kasih sayang tanpa harap balasan adalah fitrah yang Allah SWT karuniakan kepada seorang ibu. Karenanya, tak terlalu sulit untuk kita pahami jika Rasulullah mengamanatkan seorang anak untuk memberikan perlakuan terbaik kepada ibunya. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ib...