Langsung ke konten utama

Hadis Tentang Ayah, Kamu dan Hartamu Milik Ayahmu


Ayah.. betapapun tegar bahkan kadang terlihat kerasnya sosok yang satu ini, ada hak kita sebagai anak untuk mengasihinya dan memperlakukannya dengan baik. Kadang, banyak dari kita lebih memperhatikan keadaan seorang ibu daripada ayah kita. Alasanya, mungkin sosok ayah tak pernah memperlihatkan dirinya butuh perhatian lebih atau mengutarakan kesusahannya.

Bro and Sis, menyikapi sosok yang satu ini memang butuh ketajaman hati kita untuk lebih memahaminya. Seorang ayah selalu ingin terlihat tanpa kurang di depan anak-anaknya, jika tak terpaksa, beliau tak akan mau mengungkapkan kala dirinya ada dalam kesusahan.

Dalam suatu hadis yang cukup panjang, tergambar jelas bagaimana isi hati seorang ayah pada umumnya. Berikut saya kutipkan hadis tersebut.

Dari Jabir Ra meriwayatkan, ada laki-laki yang datang menemui Nabi Saw dan melapor.
Dia berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ...." "Pergilah Kau membawa ayahmu kesini", perintah beliau.
Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata: "Ya, Muhammad, Allah 'Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh telinganya.
Ketika orang tua itu tiba, maka nabi pun bertanya kepadanya: "Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?" Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya, atau untuk keperluan saya sendiri?"
Rasulullah bersabda lagi: "Lupakanlah hal itu. Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu!" Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata: "Demi Allah, ya Rasulullah, dengan ini Allah Swt berkenan menambah kuat keimananku dengan ke-Rasul-anmu. Memang saya pernah menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya ..."
Nabi mendesak: "Katakanlah, aku ingin mendengarnya."
Orang tua itu berkata dengan sedih dan airmata yang berlinang: "Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini: 'Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita. Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang..., kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku, seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu ..., seakanakan kesejukann bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.'
Selanjutnya Jabir berkata: "Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata: "Engkau dan hartamu milik ayahmu!" (HR. At-Thabarani dalam "As-Saghir" dan Al-Ausath).

Masyaallah, Bro and Sis! Dengan sangat jelas hadis di atas memaparkan bagaimana perjuangan dan kasih sayang seorang ayah yang sering kita lupakan. Lebih menyedihkan lagi, saat beliau menjelang masa senjanya, kita malah kikir, tak memperhatikannya, dan lebih memikirkan kepentingan pribadi atau keluarga baru kita.

Semoga kita bisa lebih berbakti kepada ayah kita selagi ada, dan semoga kasih sayang Allah SWT adalah balasan untuk segala kasih sayang yang pernah beliau curahkan! wallahualam..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Istriku Tak Cantik Lagi, Cerita Mengharukan untuk Seorang Suami

Tersebutlah seorang pria yang berpikir bisa selalu memeluk erat seorang wanita yang dia nikahi dan yang pernah memberi kebahagiaan dalam hidupnya.  Dia pernah bersumpah untuk selalu membuat istrinya bahagia seumur hidupnya. Seiring berjalannya waktu, pria bernama Chang yang dulu statusnya hanya seorang buruh k ini telah menjadi kepala bagian, lalu membuat perusahaan konstruksi sendiri. Sekarang perusahaannya semakin besar dan terkenal, godaan terhadap dirinya pun semakin banyak. Malam itu, dia membalikkan badan istrinya, hanya sekedar ingin berhubungan suami istri.  Namun, dia menyadari, kini istrinya semakin menua, tubuh yang langsing kini sudah berisi, kulitnya pun tidak halus lagi. Jika dibandingkan dengan sejumlah wanita cantik di sekelilingnya, dia hanyalah seorang wanita desa yang kusam, keberadaan istrinya mengingatkannya pada masa lalu yang sederhana.  Dia berpikir, pernikahan ini sudah mencapai titik akhirnya. Dia menyetorkan uang sebesar satu ju...

Hadis Tentang Ibu Sebagai Orang yang Paling Berhak atas Perlakuan Baik Kita

Ibu.. Benar, kebanyakan orang mudah terharu dan pilu jika diingatkan pengorbanan besar seorang ibu. Bukan hanya itu lembutnya belai kasih yang dia berikan adalah cara berbeda yang lebih mampu membuat kita semakin tersentuh atas segala kebaikan tak terhingga dari sosok yang satu ini. Bisa jadi, ada dari kita yang merasakan hal yang beda. Perlakuan ibu mungkin tak seindah yang tadi disebut. Namun, yakinlah Bro and Sis sekalian, jika situasinya normal atau jika dia memiliki kesempatan untuk menemani kita tumbuh, naluri semua ibu itu sama. Kasih sayang tanpa harap balasan adalah fitrah yang Allah SWT karuniakan kepada seorang ibu. Karenanya, tak terlalu sulit untuk kita pahami jika Rasulullah mengamanatkan seorang anak untuk memberikan perlakuan terbaik kepada ibunya. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ib...

Hadis Kesetaraan Kedudukan Anggota Keluarga

Bro and Sis, siapakah anggota keluarga yang paling kalian kenal selain ayah, ibu, dan saudara serumah? Kapan Bro and Sis terakhir bercengkrama dengan Sang Paman atau kakak yang yang sudah tak serumah? Atau jangan-jangan, sama orang tua pun sudah lama tak pernah berbincang? Maaf ya, Bro and Sis. Tak ada maksud untuk mengungkit kesedihan kalian yang, mungkin, karena kesibukan  masing-masing anggota sampai akhirnyai lebih sering kita harus habiskan waktu sendiri-sendiri dengan gadjet. Di sini, saya sekedar mengingatkan diri pribadi sekalian mengajak Bro and Sis untuk lebih memperhatikan urusan silaturahim karena banyaknya keberkahan yang terkandung di dalamnya sebagaimana sabda Nabiullah Muhammad saw, "Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturrahim (berhubungan baik dengan keluarga dekat) niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya dan Allah memasukkannya ke dalam surga yang ...